TERBUAI DALAM MIMPI
Terlena dalam angan-angan
Buta akan keinginan
Serpian-serpian kalimat terungkap
Hanya terkatung-terkatung tanpa sikap
Pandangan mata nan jauh
Hingga terbungkam oleh impian yang risuh
Tak pernah bangun
Yang ada hanya melamun
Tapi jamahlah langit itu
Dengan jalan yang satu
Walau penuh dengan paku
Simpanlah dalam saku
(18 Mei 2009 Malang)
MATA AIR HARAPAN
Di atas altar jiwaku nan suci
Kulukiskan namamu dengan tinta-tinta kerinduan
Dalam museum asmara
Kuabadikan senyummu dengan gejolak harapan
Dengan aliran huruf
Kuhanyutkan perasaan cinta di telaga madah
Dari denyut jantungku
Kudetakkan rangkaian nada-nada asmara
Telah kutanam bunga-bunga di taman jiwaku nan indah
Kuingin kamu merawatnya
Menyiraminya dengan mata air cinta
Agar tak pernah layu selamanya
(20 Mei 2009 Malang)
OPTIMIS
Telah kujadikan lautan sebagai tinta
‘Tuk menoreh rasa di atas langit-langit asmara
Namun semuanya sia-sia
Hangus tiada guna
Telah kupinta para malaikat cinta
‘Tuk membuka kunci di hatinya
Namun mereka tak mampu
Hatinya keras bagai batu
Walau tak kutemukan harapan
Tak akan pernah rasa itu kupendam
Akan aku hancurkan batu itu
Dengan tetesan cinta di hatiku
(Malang 24 Mei 2009)
By Budiman Hadi Saputra
Kamis, 28 Mei 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar